Bagaimana Cara Mendidik Anak menjadi Generasi Unggul dan Berprestasi

Tempat Les Matematika Serpong | Parlourclub Berita Bisnis dan Hiburan

Setiap orang tua pastinya berharap anaknya akan tumbuh sehat dan menjadi generasi unggul kelak.

Mewujudkan keinginan memiliki anak yang sehat unggul dan berprestasi bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan berbagai upaya dari orang tua baik secara materil maupun spirituil.

Generasi unggul bisa saja diwujudkan dengan cara menjadikan anak tumbuh sehat. Anak senantiasa diberi nutrisi lengkap, stimulasi dan support penuh dari orang tua.

Memiliki anak yang memiliki potensi unggul bisa diwujudkan apabila orang tua memahami beberapa konsep dasar pengasuhan.

Berikut ini enam konsep dasar pola didik yang harus dipahami oleh orang tua supaya anak menjadi generasi unggul:

  1. Zaman Orang Tua Berbeda dengan Zamannya si anak
Anak berbakat - Home | Facebook
Foto: Facebook

Kunci utama dalam pola didik anak dimasa sekarang adalah zamannya kita orang tua tidaklah sama dengan zamannya anak sekarang.

Jika zaman orang tua dulu mencari mencari pekerjaan semata mengandalkan nilai akdemik, hanya belajar disekolah dan membaca buku.

Justru anak zaman sekarang berbeda, anak lebih dituntut memiliki kreativitas dibandingkan nilai akademik. Artinya anak tidak harus pintar, tapi memiliki kreativitas harus mampu menciptakan sesuatu yang original.

Untuk menjadi generasi unggul anak harus memiliki kecerdasan lebih (multiple Intelegence) seperti kemampuan memahami diri, berinteraksi dengan orang lain (emotional intelegence), memahami alam (naturally intelegence) dan existensial intelegence. Sesuatu hal yang sangat penting tapi tidak diajarkan di sekolah.

2. Pentingnya Kasih Sayang untuk Tumbuh Kembang Anak

7 Cara Memotivasi Anak Agar Semangat Belajar dan Berprestasi
Foto: Pintek

Dalam masa tumbuh kembang anak, stimulasi dari orang tua sangat dibutuhkan baik dari segi nutrisi maupun emotional.

Perkembangan anak dipengaruhi oleh dua hal yaitu internal dan eksternal. Internal erat kaitannya dengan genetik. Sedangkan eksternal lebih cenderung kepada pola asuh.

Dukungan orang tua terhadap anak tidak semata hanya memberikan stimulasi dan nutrisi tapi harus ada support dalam bentuk perhatian, kasih sayang secara emotional.

Antara orang tua dan anak dituntut harus ada interaksi atau komunikasi. Kasih sayang serta dukungan emosional keduanya sangat diperlukan. Ikatan emosional antara anak dan orang tua bisa dibangun sejak dalam kandungan.

3. Perlunya Stimulasi dan Nutrisi  bagi Anak

Cara Tepat Berikan Edukasi Seks pada Anak Sesuai Umur
Foto: Haibunda.com

Menjadi generasi unggul orang tua perlu memberikan stimulasi dan nutrisi yang cukup untuk anak. Stimulasi paling tepat untuk anak tergantung usia, peran nutrisi sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

Stimulasi berupa kasih sayang perlu diberikan sejak dini mulai dalam kandungan, jadi anak akan merasa aman, percaya diri dan merasa dilindungi.

Hal ini akan membentuk kecerdasan emotional dan spiritual anak, sehingga anak menjadi lebih kreatif.

Sedangkan nutrisi berperan dalam hal tumbuh kembang anak, misalnya pemberian ASI eklusif pemberian makanan dengan gizi seimbang.

4. Pemberian Nutrisi Tambahan

Apa Itu Omega-3? – Islampos
Foto:Islampos

Untuk mendukung tumbuh kembang anak supaya menjadi generasi unggul tidak hanya cukup dengan stimulasi dan nutrisi saja, perlu adanya nutrisi tambahan berupa multivitamin. Anak perlu asupan gizi tambahan seperti vitamin A,B,C dan D.

5. Usahakan Semua Seimbang tanpa Unsur Pemaksaan

5 Risiko Jika Orangtua Memaksa Anak Unggul di Segala Bidang | Popmama.com
Foto: Popmama.com

Untuk menghasilkan generasi unggul dan berprestasi perlu usaha dan persiapan sejak dini. Tapi pastikan semua dalam porsi yang seimbang tidak terkesan memaksa terhadap anak.

Menurut Psykolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi “anak yang unggul dan berprestasi di masa depan yang pertama harus diberikan adalah stimulasi, kemudian memberi pola asuh yang bagus dan nutrisi yang tepat. Artinya seimbang antara fisik, emosi dan lainnya.

Yang kedua rasa percaya diri dan mandiri anak berawal dari rumah jadi orang tua harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman secara emosional”

6. Memberi Ruang Kepada Anak

Asah Bakat Seni Anak
Foto: Parenting

Usahakan bagaimana caranya anak berprestasi namun tanpa unsur paksaan. Orang tua hanya perlu mengamati anak, sebenarnya anak lebih cenderung kemana jadi hanya perlu diarahkan tidak dipatahkan.

Anak perlu ruang untuk bermain dan bersenang-senang, jadi porsi waktu anak harus seimbang antara belajar, bermain, istirahat dan berkumpul dengan orang tua. Karena pendampingan orang tua sangat diperlukan.

7. Menjadi Contoh Teladan Bagi Anak

Bisa "Bunuh" Anak, Berikut Akibat Bertengkar di Hadapan Anak - Tribun Bali
Foto: Tribun Bali

Setiap pemahaman yang diberikan kepada anak tidak hanya melalui perkataan tapi harus diikutsertakan dengan prilaku nyata.

Pembelajaran diawali dari rumah, untuk itu orang tua harus jadi role model atau contoh teladan bagi anak.

Gaya hidup orang tua akan jadi acuan hidup si anak. Apakah sehat, teratur, bersih atau amburadul semua akan dicontoh dari orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *