Kenali Gejala Diabetes dan Bagaimana Cara Mencegah Serta Mengatasinya

Gambar terkait
Sumber Image: Okezone.com

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang paling banyak di derita oleh masyarakat dan lebih menonjol dibandingkan penyakit jantung, kanker dan sebagainya.

Hampir semua masyarakat menderita diabetes baik dari kalangan menengah ke atas hingga kalangan menengah ke bawah.

Menurut WHO 2,1 % dari seluruh penduduk dunia menderita penyakit diabetes, 60 % pasiennya adalah masyarakat Asia. 

Menurut penelitian pola makan di negara Asia diduga mempunyai peran memicu penyakit gula darah tersebut.

Indonesia termasuk peringkat ke empat negara penderita diabetes mellitus terbesar setelah India, Cina, dan Amerika Serikat. Diperkirakan jumlah penderita akan semakin meningkat dan perlu peanganan yang tepat.

SEJARAH PENYAKIT DIABETES MELLITUS

Hasil gambar untuk sejarah diabetes
Sejarah nasi dan resiko diabetes (sumber image: Kompas)

Penyakit diabetes mellitus atau lebih dikenal dengan kencing manis sudah ada sejak dahulu kala ribuan tahun sebelum masehi.

Penyakit yang ditandai dengan gejala sering kencing berulang kali ini bersifat ganas bahkan mematikan.

Namun pada masa itu tidak diketahui penyebabnya. Orang Mesir mengenal penyakit ini ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak, penurunan berat badan dan rasa sakit.

Dahulu penyakit ini dianggap  hanya berkenaan dengan metabolisme tubuh karena terlalu besar menghasilkan gula.

APA ITU DIABETES MELLITUS

Hasil gambar untuk sejarah diabetes
Kenali Penyakit Diabetes sejak dini (sumber image:HonestDocs)

Diabetes mellitus lebih dikenal dengan penyakit gula darah yaitu suatu kondisi dimana kadar gula dalam darah meninggi akibat kekurangan insulin Hal ini disebabkan oleh berbagai kondisi berikut:

  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi sehingga sulit disimpan di hati dan sel otot glikogen
  • Gula dalam darah tidak bisa maksimal masuk ke dalam sel.
  • Banyaknya hormon mengubah karbohidrat dan protein menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat.

Apabila penyakit diabetes mellitus tidak terkendali atau penderita tidak menyadari bisa berakibat ke komplikasi  kronis yang berakibat fatal bagi kesehatan misalnya timbulnya penyakit  jantung, ginjal, kebutaan, Luka yang tak kunjung sembuh hingga impotensi.

KLASIFIKASI DIABETES

  1. Diabetes Mellitus Tipe I

Kelompok ini penderita penyakit Diabetes yang sangat bergantung pada suntikan insulin, umumnya penderitanya masih muda dan tidak mengalami kegemukan.

Gejala ini biasanya muncul pada anak-anak di bawah umur 30 tahun. Penderita ini perlu langsung mendapat suntikan insulin

Tipe ini disebabkan kerusakan sel beta pancreas sehingga kekurangan insulin absolut.

2. Diabetes Mellitus tipe II

Kelompok Diabetes Tipe II dimana penderitanya tidak tergantung pada insulin, umumnya pasiennya diatas 40 tahun. Tipe ini paling banyak di derita masyarakat Indonesia.

Pengobatan tipe ini dengan cara menjaga pola makan, salah satunya mecegah obesitas. Selain  menjaga pola makan latihan jasmani secara teratur dan obat hipoglikemik.

3. Diabetes Mellitus Terkait malnutrisi

Umumnya diabetes jenis ini terkait malnutrisi, umumnya diderita masyarakat negara berkembang dan pendapatan perkapita rendah sehingga terjadinya kekurangan gizi (mal nutrisi)

4. Diabetes Mellitus Berkaitan keadaan sindrom tertentu

Diabetes jenis ini dimana penderita mengalami gula darah akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Misalnya ada gangguan pankreas  sehingga suatu organ terganggu fungsinya sehingga produksi insulinnya berkurang.

Akibatnya gula darah meningkat. Diabetes tipe ini bisa juga akibat mengkonsumsi obat untuk menyembuhkan suatu penyakit.

GEJALA KLINIS DIABETES MELLITUS

Hasil gambar untuk sejarah diabetes
Mengantuk dan cepat lelah gejala diabetes (sumber image: HonestDocs)

Umumnya penderita tidak menyadari adanya gejala Diabetes, sering menyadari ketika sudah terjadi komplikasi penyakit. Berikut ini gejala biasa dirasakan penderita Diabetes:

  • Sering buang air kecil, tingginya kadar gula dalam darah mengakibatkan banyaknya cairan tubuh yang dikeluarkan ginjal, gejala ini kerap terjadi pada malam hari.
  • Merasa haus dan banyak minum, Banyaknya urin yang keluar menyebabkan cairan tubuh berkurang sehingga kebutuhan tubuh meningkat
  • Sering Lelah, Rasa lelah menerangkan bahwa energi menurun akibat menurunnya glukosa dalam jaringan sel. Menurunnya insulin menyebabkan gula darah kurang optimla terserap sel.
  •  Sering pusing, keringat dingin, dan tidak bisa berkonsentrasi. Gejala ini disebabkan menurunnya kadar gula. Reaksi pankreas bisa meningkat menimbulkan hipoglikemik kadar gula rendah.
  • Meningkatnya berat badan, karena terganggunya metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Berbeda denagn tipe I kebanyakan mengalami penurunan berat badan.
  • Gangguan imunitas, Meningginya kadar glukosa dalam darah menyebabkan pasien diabetes sangat sensitif terhadap  infeksi. Umumnya infeksi yang dialami infeksi kulit, jamur, pernafasan dan saluran kandung kemih
  • Gangguan Penglihatan, Penglihatan seseorang akan berkurang akibat bertumpuknya cairan pada lensa mata. Pandangan akan tampak berbayang disebabkan adanya kelumpuhan pada otot mata.
  • Gangguan Sensorik (polyneuropathy) Gangguan sensorik berupa kesemutan pada kaki dan tangan.

PENYEBAB MUNCULNYA PENYAKIT DIABETES MELLITUS

Hasil gambar untuk sejarah diabetes
Gula salah satu pemicu resiko Diabetes (sumber image: bobo.Grid)

Obesitas

Obesitas merupakan pemicu paling sering pada penderita diabetes karena adanya resistansi insulin

  • Kurang Gerak

Kurang gerak mengakibatkan resistansi insulin kurang terurai sempurna akibatnya betumpuk di dalam darah. Kepada pasien disarankan banyak bergerak tepatnya berolahraga sebagai usaha membakar lemak dalam tubuh.

  • Asupan Makanan berenergi tinggi

Asupan makanan berenergi tinggi kaya dan karbohidrat serta rendah serat  bisa mengganggu stimulasi sel beta pankreas dalam memproduksi insulin.

  • Asupan lemak trans yang tinggi

Asupan lemak dalam bentuk tak jenuh/jenuh, sangat berpengaruh terhadap insulin untuk itu coba hindari asupan makanan berlemak.

  • Merokok dan konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol sangat dibatasi bagi penderita diabetes, lebih baik dihindari untuk mengurangi terjadinya komplikasi.

Disarankan kepada penderita supaya tidak merokok karena nikotin dalam rokok dapat berpengaruh buruk terhadap penyerapan glukosa oleh sel.

PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS

Hasil gambar untuk sejarah diabetes
Mencegah Diabetes dengan cara menjaga pola makan
(sumber image: Bobo.Grid)

Untuk memperkecil resiko terkena penyakit diabetes mellitus perlu adanya pencegahan sejak dini, setidaknya bagi yang sudah terkena bisa mengurangi resiko komplikasi kronis sehingaga penderita bisa hidup berdampingan dengan penyakitnya:

Pencegahan diabetes mellitus bisa dicegah  dengan cara sebagai berikut:

  1. Mengatur pola makan

Disarankan penderita diabetes harus melakukan pola diet dengan cara pembatasan kalori  terutama bagi penderita obesitas.

Pembatasan kalori perlu dilakukan untuk mencapai kadar glukosa dan lipida darah supaya normal.

2. Berolahraga teratur

Dengan olah raga mampu menurunkan kalori yang berlebih, mencegah kegemukan, glukosa darah terkontrol mengurangi kebutuhan obat atau insulin.

Bisa mengurangi resistensi insulin berlebih bagi obesitas dan memperbaiki profil lemak darah yang terganggu.

3. Tidak Merokok dan Konsumsi Alkohol

Dengan berhentinya merokoknmeningkatkan penyerapan gula oleh sel dan jaringan  sehingga gula tidak menumpuk dalam darah. Tidak mengkonsumsi alkohol mampu menurunkan resiko komplikasi pada penderita diabetes mellitus.

4. Menurunkan berat badan

Tidak semua penderita diabetes mengalami penurunan berat badan, jika tubuh tidak dapat mengkonsumsi gula maka tubuh akan mengurai lemak untuk menciptakan glukosa.

Sedangkan tubuh yang masih bisa menghasilkan gula, maka selera makan seseorang tetap tinggi. Mengkonsumsi kalori berlebihan otomatis akan akan menyimpan kalori dalam bentuk lemak dan meningkatkan gula darah dan lemak.

4. Hindari stres

Stres mampu memicu kadar gula meningkat bagi penderita diabetes tipe 2 maupun tipe 1. Bagi penderita diabetes tipe 2 jika mengalami stres gula darah akan meningkat, Sedangkan bagi penderita diabetes tipe 1 stres mampu menurunkan kadar gula.

Hormon kortisol yang diakibatkan karena stres mampu meningkatkan kadar gula darah bagi siapapun.

5. Sering Cek Gula Darah

Seringlah cek gula darah, upaya mengontrol kadar gula agar tetap normal. Bagi yang positif mengidap penyakit diabetes sebaiknya rajin konsultasi dengan dokter ikuti saran pengobatan terbaik.

 

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *